Sabtu, 09 Oktober 2010

Contoh Proposal PTK

PENGGUNAAN METODE DRILL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA DALAM OPERASI HITUNG CAMPURAN
DI KELAS III SDN NO 73 KOTA TIMUR KOTA GORONTALO

A. Latar Belakang
Salah satu Kompetensi Dasar pada mata pelajaran Matematika di kelas 3 SD adalah ( 1.4 ) Melakukan operasi hitung campuran , dan salah satu indikatornya adalah siswa mampu melakukan empat pengerjaan hitung bilangan yaitu: penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.
Penulis dalam melaksanakan pembelajaran matematika di kelas 3 SDN No 73 Kota Timur, khususnya pada materi operasi hitung campuran ini, menemukan bahwa ternyata setelah di jelaskan dan diberikan tugas tentang operasi hitung campuran, hanya 24,3 % yang dapat menyelesaikannya dan ketika diberikan tugas perkalian tiga bilangan dan satu angka, hanya 48,6 % yang dapat menyelesaikannya dengan baik. Hal ini menimbulkan keprihatinan akan dampaknya dalam hasil belajar mereka nanti.
Dari hasil yang diperoleh tersebut, penulis mengidentifikasi beberapa kelemahan yang dimiliki siswa sehingga mereka tidak dapat menyelesaikan operasi hitung campuran ini dengan baik, yaitu : (1) siswa kurang terampil dalam hal menjumlah dengan teknik menyimpan, (2) siswa kurang terampil dalam mengurang dengan teknik meminjam dan (3) siswa tidak hafal perkalian.
Ketiga hal diatas haruslah segera diatasi agar pembelajaran tetap dapat dilaksanakan dengan tuntas sesuai dengan alokasi waktu yang tersedia. Untuk itu penulis mencoba beberapa alternatif pemecahan dan diantaranya yang dirasakan paling cocok adalah menggunakan Metode Drill ( Latihan) dimana dalam penerapan metode ini dibarengi dengan penjelasan –penjelasan yang bertujuan memahamkan kepada siswa tentang cara menyimpan untuk penjumlahan, cara meminjam untuk pengurangan dan makna perkalian sebagai penjumlahan berulang sehingga konsep tentang perkalian itu mereka pahami. Dalam hal ini penulis belum sampai pada pembagian sebab diharapkan siswa harus mantap dulu pada ke tiga macam operasi ini baru akan melangkah pada operasi yang terakhir yaitu pembagian.
Adapun langkah – langkah yang ditempuh dalam penerapan metode drill ini adalah : (1) menampilkan bilangan yang akan di jumlahkan atau dikurangkan, (2) membimbing siswa melakukan penjumlahan atau pengurangan dengan teknik menyimpan atau meminjam, (3) memberikan tugas menyelesaikan tugas baik secara kelompok maupun individu, baik didalam kelas maupun sebagai PR, (4) memeriksa hasil pekerjaan siswa ,memberikan reinforcement kepada yang berhasil dan memberikan tugas kembali kepada yang belum berhasil.
Untuk perkalian agak berbeda sedikit penerapannya, dimana langkah (1) menampilkan gambar yang relevan yang menunjukkan pengelompokan benda yang dapat dihitung dengan menjumlahkan secara berulang sehingga siswa dapat melihat dengan jelas konsep bahwa perkalian pada dasarnya adalah penjumlahan berulang. (2) selanjutnya siswa mengubah penjumlahan tersebut dalam bentuk perkalian dan (3) kemudian menentukan hasilnya
Berdasarkan uraian diatas,maka ditetapkanlah judul penelitian ini adalah : PENGGUNAAN METODE DRILL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA DALAM OPERASI HITUNG CAMPURAN
DI KELAS III SDN NO 73 KOTA TIMUR
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, permasalahan dalam penelitian ini adalah ”Apakah dengan menggunakan metode drill keterampilan siswa kelas 3 SDN no 73 Kota Timur dalam operasi hitung campuran dapat ditingkatkan?

C. Tujuan Penelitian
• Secara umum memberikan gambaran bahwa setiap permasalahan pembelajaran dapat diatasi dengan menerapkan berbagai metode pembelajaran yang sesuai
• Secara khusus bertujuan untuk mengetahui apakah dengan menerapkan metode drill ,keterampilan siswa dalam operasi hitung bilangan campuran di kelas 3 SD dapat ditingkatkan.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Bagi peneliti, memberikan banyak pengalaman dalam menghadapi dan mengatasi segala permasalahan yang ditemui dalam kegiatan pembelajaran .
b. Bagi guru, dapat memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik dan mencapai tujuan pembelajaran seperti apa yang diharapkan.
c. Bagi siswa, dapat membuat siswa lebih tertarik dan antusias dalam belajar Matematika karena adanya perubahan pemikiran tentang pelajaran Matematika yang sebelumnya merupakan hal yang kurang disukai menjadi pelajaran yang disukai dan belajar Matematika itu tidak sulit bahkan sangat menyenangkan
d. Bagi sekolah, dengan adanya kegiatan yang dilakukan serta hasil yang diberikan membawa dampak positif terhadap perkembangan sekolah yang nampak pada peningkatan hasil belajar sehingga dapat tercapainya ketuntasan belajar minimal yang telah ditetapkan oleh sekolah, yaitu peningkatan prestasi siswa, dengan meningkatkan keberhasilan siswa berarti meningkatkan mutu bagi sekolah tersebut.
E. Kerangka Konseptual dan kajian Teoretis
1. Karakteristik siswa SD kelas III dalam belajar Matematika :
1) Ciri–ciri anak usia kelas III SD
Siswa kelas III SD rata-rata umurnya 7- 8 tahun.
2) Perkembangan jiwa anak kelas III SD
Anak usia 7 tahun atau anak–anak kelas II SD adalah suka bermain,
terutama bermain benda–benda disekitarnya.
3) Menurut piaget anak–anak rata-rata usia 7-8 tahun termasuk usiaoperasional konkrit (umur 7-12 tahun). Pada masa ini berkembang rasa
ingin tahu dan pada masa ini sudah dapat melakukan tugas-tugas konkret. Mengingat hal diatas yaitu motivasi belajar sangat tinggi karena ingin tahunya, maka sangatlah tepat bila guru menggunakan metode Drill dalam pembelajaran Matematika di kelas III SD, sehingga belajar siswa tidak jenuh.
2. Pengertian Metode Drill.
Drill merupakan suatu cara mengajar dengan memberikan latihan-latihan terhadap apa yang telah dipelajari siswa sehingga memperoleh suatu keterampilan tertentu. Kata latihan mengandung arti bahwa sesuatu itu selalu diulang-ulang, akan tetapi bagaimanapun juga antara situasi belajar yang pertama dengan situasi belajar yang realistis, ia akan berusaha melatih keterampilannya. Bila situasi belajar itu diubah-ubah kondisinya sehingga menuntut respons yang berubah, maka keterampilan akan lebih disempurnakan.
Ada keterampilan yang dapat disempurnakan dalam jangka waktu yang pendek dan ada yang membutuhkan waktu cukup lama. Perlu diperhatikan latihan itu tidak diberikan begitu saja kepada siswa tanpa pengertian, jadi latihan itu didahului dengan pengertian dasar.
Metode Drill dapat digunakan untuk :
o Kecakapan motoris, misalnya : menggunakan alat-alat (musik, olahraga, menari, pertukangan dan sebagainya).
o Kecakapan mental, misalnya: Menghafal, menjumlah, menggalikan, membagi dan sebagainya.
Dalam penerapannya metode Drill memiliki kelebihan :
o Pengertian siswa lebih luas melalui latihan berulang-ulang.
o Siswa siap menggunakan keterampilannya karena sudah dibiasakan.
3. Keterampilan dalam operasi hitung bilangan
Belajar adalah suatu usaha yang dilakukan dengan sengaja untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang diharapkan. Hal ini dapat dilihat dari perubahan tidak tahu menjadi tahu dari tidak paham menjadi paham. Khususnya dalam pembelajaran Matematika salah satu kriteria atau aspek penilaian ketuntasan adalah keterampilan dalam memecahkan masalah atau meyelesaikan suatu pengerjaan hitung bilangan, sehingga jika aspek ini belum dikuasai dengan baik oleh siswa baik secara individu maupun kelompok maka ketuntasan materi itu belum tercapai. Pada operasi hitung campuran keterampilan itu menyangkut 4 jenis operasi bilangan yaitu, penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian yang saling terkait satu sama lain, yakni penjumlahan dan pengurangan sebagai konsep dasar untuk perkalian dan pembagian
4. Pengertian yang Relevan
Tugas guru antara lain memahami dengan baik materi yang akan diajarkan, memahami dan memanfatkan dengan baik cara peserta didik belajar Matematika untuk pembelajaran yang dilaksanakan, memahami cara mengajarkan Matematika yang efektif dan menggunakan cara-cara mengajar Matematika. Siswa melakukan belajar untuk memperoleh konsep dan infomasi baru tentang Matematika. Untuk itu guru harus memahami kesulitan-kesulitan siswa dalam belajar Matematika sehingga bisa memilih metode yang tepat. Misalnya dengan menghafal, yang berarti mengulang kembali dalam ingatan dan mengungkapkan kembali tanpa bantuan apapun. Dalam hal ini menurut Prof. Soedjadi, ahli matematika di IKIP Surabaya penting dihidupkannya kembali mencongak yang bersifat hafalan. "Sebab, menghafal itu tetap berguna dari SD sampai perguruan tinggi tapi yang perlu, pengertiannya dulu diberikan, baru menghafalnya."
5. Kerangka Pemikiran
Dalam pembelajaran siswa mengalami dan melakukan belajar pada pembelajaran Matematika siswa belajar untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan bilangan dan simbol-simbol ketajaman penalaran yang dapat memperjelaskan dan menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari dalam aktifitas belajar tersebut akan menghasilkan perubahan yang bersifat kualitatif.
Kualitas tersebut sangat dipengaruhi oleh pendekatan pembelajaran yang dilakukan guru. Dalam pembelajaran Matematika anak akan memahami konsep dengan baik bila anak sudah merasa tertarik dan berminat untuk belajar Matematika. Selain itu agar hasil belajar lebih bermakna dan memuaskan dalam hal ini menggunakan salah satu metode yang mengaktifkan siswa untuk berpikir dan menemukan konsep sendiri maupun dibimbing guru terutama dalam hal mengasah pengetahuan dan keterampilannya dalam melakukan suatu operasi hitung bilangan. Dan dari permasalahan yang ditemui maka metode Drill merupakan satu metode yang diprediksi dapat menjadi solusinya.
F. Pengajuan Hipotesis Penelitian
Berdasarkan paparan teoretik dan rumusan permasalahan serta solusi yang diajukan maka dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut : “ Penggunaan Metode Drill dapat meningkatkan keterampilan siswa kelas 3 SDN No 73 Kota Timur dalam operasi hitung bilangan campuran “
G. Metodologi Penelitian
1. Setting Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan SDN No.73 Kota Timur, Kota Gorontalo, dengan subyek penelitian siswa kelas 3 Tahun Pelajaran 2010 - 2011 yang berjumlah 37 orang .
2. Rancangan Tindakan
Rancangan tindakan menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari empat komponen sebagai langkah pelaksanaan PTK yaitu : (1) Rencana, (2) Tindakan, (3) Observasi peran serta , dan (4) Refleksi.


3. Prosedur Pelaksanaan
Prosedure pelaksanaan penelitian direncanakan pelaksanaannya dalam 3 tahap, yaitu : l
- Tahap awal
- Tahap tindakan
- Tahap akhir
a. Tahap Awal
Yaitu merencanakan pelaksanaan penelitian dengan kegiatan berikut :
(1) melaksanakan identifikasi awal tentang kemampuan siswa secara kuantitatif maupun kualitatif,
(2) Merencanakan prosedur kegiatan yang akan dilaksanakan,
(3) Mengkomunikasikan dengan kepala sekolah dan teman sejawat yang bakal menjadi mitra kerja dalam penelitian ini,
(4) Mengajukan permohonan izin untuk melakukan penelitian kepada kepala sekolah sekaligus permohonan kesediaan untuk menjadi mitra kerja,
(5) Menyiapkan fasilitas dan perangkat pembelajaran yang dibutuhkan
b. Tahap Tindakan
Yakni melaksanakan kegiatan dalam 3 siklus. Adapun kegiatan yang direncanakan dalam 3 siklus tersebut adalah :
(1). Siklus 1. Memantapkan konsep penjumlahan dengan cara menyimpan dan konsep pengurangan dengan cara meminjam dengan media gambar dan memberikan latihan – latihan pemantapan selama kegiatan pembelajaran
(2). Siklus 2. Memantapkan konsep bahwa perkalian adalah penjumlahan berulang dengan menunjukkan operasi perkalian dalam bentuk gambar / benda konkret dan memberikan latihan – latihan pemantapan selama kegiatan pembelajaran
(3) Siklus 3. Memberikan latihan –latihan menyelesaikan soal –soal pengerjaan hitung campuran secara individu maupun kelompok hingga nampak jelas keterampilan setiap siswa dalam menyelesaikan soal tentang pengerjaan hitung campuran tersebut.
c. Pemantauan dan Evaluasi
Pemantauan dan evaluasi berlangsung dalam setiap siklus yang dilaksanakan dengan berpedomankan pada : (1) Semua aspek yang menjadi indikator keterampilan menyelesaikan operasi hitung campuran, (2) Proses penerapan metode Drill, dan (3) Instrumen penilaian / lembar observasi yang telah disiapkan
d. Refleksi
Menganalisis semua data yang diperoleh dari hasil pemantauan dan evaluasi di setiap siklus baik secara kuantitatif maupun kualitatif guna ditindak lanjuti pada siklus berikutnya.
e. Tindak lanjut
Menindaklanjuti kegiatan yang dilaksanakan berdasarkan hasil refleksi pada tahap berikut setelah tindakan mulai dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja pelaksanaan tindakan setelah diketahui kelemahan yang terjadi pada tindakan sebelumnya.
4. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data menggunakan lembar observasi tentang (a). kegiatan pembelajaran ( angket siswa dan guru ) (b) tes evaluasi untuk siswa
5. Kriteria Keberhasilan Pencapaian Tujuan
Adapun yang menjadi indikator keberhasilan dari penelitian ini adalah jika 75 % siswa sudah dapat menyelesaikan operasi hitung campuran dengan tepat atau mencapai ketuntasan dengan nilai minimal 75 atau meningkat 50,7 % dari hasil identifikasi awal untuk pengerjaan hitung campuran dan meningkat 26,4 % untuk perkalian tiga bilangan dan satu angka.
6. Analisis Data dan Pengujian Hipotesis
Analisis data dilaksanakan secara berkesinambungan pada setiap siklus dan diakhir siklus digunakan untuk menyimpulkan hasil tindakan , menyusun laporan untuk dipresentasikan guna membuktikan hipotesa yang telah diajukan.
7. Jangka Waktu
Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini direncanakan selama 4 ( empat ) bulan sampai dengan penyusunan laopran, terhitung mulai minggu ke dua bulan Oktober 2010,

Daftar Pustaka

hhtp/ guru online , 2010, strategi dan metode pembelajaran
Hadisetyo, 2009 , Penelitian Tindakan Kelas dan Model – Model pembelajaran
Mustoha. Amin, dkk, 2009. Senang Matematika, Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Tim Bina Karya, 2006, Terampil Berhitung Matematika, Jakarta,PT Erlangga
Wardhani, I.G.A.K, dkk, 2008. Penelitian Tindakan Kelas, Pusat Penerbit Universitas Terbuka : Jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar